Ini-Tips-Membeli-Produk-Kecantikan-yg-Aman-v

Bookmark and find a surprise

From How to learn a language
Jump to: navigation, search

Wicara kosmetik & barang perawatan kecantikan, penuh wanita yang sering tergiur dengan tuturan manis & klaim dampak instan. Ditambah dengan adanya beraneka pemberitahuan yang seolah menciptakan kesan bahwa cewek cantik didefinisikan sebagai mereka yang berkulit putih bersih.

rekomendasi website Sementara itu tidak ada salahnya punya kulit mempunyai warna, yang krusial yakni jika kulit ini sehat.

Banyaknya permintaan dalam memiliki kulit cantik dan putih, terkadang dimanfaatkan kelompok yang tidak logis, dengan memproduksi kosmetik yang mampu memberikan impak instan, namun dengan kandungan materi-materi berbahaya.

Bagi itu, wanita harus cermat dalam menyikapi hal itu. Perhatikan pak dari barang yang hendak dibeli. Bilamanapun tidak ada tanda secara rinci di dalam selongsong, pastikan bagi selalu bertanya tentang kandungan yang tersedia di dalam produk kecantikan yang akan dipakai.

Lalu, kandungan apa sekadar yang berbahaya dan sewajarnya tidak ada dalam produk kosmetik?

Ditemui dalam acara Tepat House BPOM, dalam rajah memperingati HUT BPOM RI ke 15, Kepala Induk Pengujian Obat dan Pangan Nasional (PPOMN) Anny Sulistiowati, zat yang seharusnya tidak ada dalam komoditas kosmetik ialah Teofilin, Antibiotika, Dioksan, Bithionol, Kloroform, Tretinoin, Pewarna CI 13065, Pewarna CI 12075 dan Pewarna CI 45170.

Zat yang seharusnya tidak ada, kecuali secara pembatasan & kondisi yang ditetapkan ialah p-Phenylendiamine, Resorsinol, Metanol, Kecut Salisilat, Triklokarban, dan lain-lain.

Bagi yang masih was-was tentang kesakinahan produk kosmetiknya, BPOM pun memberikan informasi mengenai produk-produk kosmetik yang sudah dinyatakan sejahtera oleh BPOM melalui situs resmi BPOM.

Personal tools